PPID Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Kementerian Pertanian Republik Indonesia

PPID Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Cilacap

Genjot Ekspor Sarang Burung Walet di Kabupaten Banyumas




Purwokerto - Karantina Pertanian Cilacap terus melakukan pendampingan kepada para pelaku usaha yang bergerak di bidang pertanian serta berorientasi ekspor. Salah satunya adalah pelaku usaha sarang burung walet (SBW), komoditas yang menjadi primadona ekspor saat ini.

Pendampingan kepada CV. ANI, perusahan yang bergerak di bidang pencucian SBW merupakan strategi untuk menggenjot ekspor.

"Kegiatan pendampingan untuk mensosialisasikan Permendag Nomor 19 Tahun 2021 tentang Kebijakan Ekspor Khusus Komoditas Sarang Burung Walet dan Permentan Nomor 26 Tahun 2020 tentang Tindakan Karantina Hewan Terhadap Pemasukan atau Pengeluaran Sarang Burung Walet ke dan dari dalam Wilayah NKRI," ungkap Agus Wasana selaku Pejabat Karantina Hewan.

"Terbitnya peraturan tersebut maka para eksportir tujuan selain negara Tiongkok harus memenuhi persyaratan ekspor yaitu telah terdaftar sebagai Eksportir Terdaftar (ET) di sistem Kementrian Perdagangan," tambahnya.

Dewi selaku wakil dari CV. ANI mengucapkan terima kasih atas informasi yang telah diberikan oleh Karantina Pertanian Cilacap sehingga kegiatan ekspor nantinya bisa lancar dan tidak menemui hambatan hingga ke negara tujuan.

"Persyaratan ET dapat dipenuhi apabila perusahaan telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner (NKV) dan telah ditetapkan oleh Badan Karantina Pertanian sebagai Tempat Tindakan Karantina (TTK)," tutup Agus.

#Gratieks
#Karantinapertaniancilacap